Membangun Literasi, Membangun Peradaban Bangsa

0
678

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Dr. Asrif,M.Hum. dan Narasumber, Syaf Anton, berfoto bersama dengan seluruh peserta kegiatan

Literasi adalah pembuka jendela dunia. Melalui literasi kita mampu melihat luasnya Dunia dengan segala isi dan warna-warninya. Lewat literasi pula siapa pun mampu melihat, membaca, dan mendengar, bahkan merasakan dunia ini secara terang dan nyata. Tak salah kiranya apabila literasi harus digalakkan dan dimasyarakatkan sehingga kita mampu membangun peradaban bangsa yang madani.

Dalam upaya menggalakkan dan memasyarakatkan literasi, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pembinaan Komunitas Literasi di Kabupaten Pamekasan mulai tanggal 14—17 September 2020 bertempat di Café Cozy, Jalan Jokotole No. 41. Kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya membangun komunikasi secara lebih intensif dengan para pegiat literasi di wilayah Pamekasan. Selain itu, melalui kegiatan terkait diharapkan mampu memberi suntikan semangat kepada para penulis muda untuk terus berkarya dan memperdalam kemampuanya dalam berolah piker dan berolah kata.

Kami melihat potensi besar yang dimiliki oleh daerah ini, baik itu potensi sumber daya alam ataupun sumber daya manusianya. Melalui gerakan literasi, dua potensi besar itu bias dikembangkan dan diangkat secara maksimal. Oleh karena itu, kami hadir di sini menyemangati para pegiat literasi yang rata-rata masih muda untuk berkiprah dan berpartisipasi mengembangkan potensi daerahnya melalui dunia literasi,” terang Yuyun Kartini, ketua kegiatan pembinaan literasi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Dalam kegiatan ini, hadir lima puluh orang pegiat literasi dari berbagai komunitas yang tersebar di seluruh Kabupaten Pamekasan. “Lima puluh orang yang kami undang ini adalah mereka yang secara kontinyu turut membangun perkembangan dunia literasi di Pamekasan. Apalagi pada tahun 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Pamekasan mencanangkan diri sebagai kabupaten literasi. Itu sebabnya, kegiatan ini sangat tepat apabila kami lakukan di sini. Hal ini selaras dengan arah kebijakan literasi pemerintah setempat,” kata Yuyun di sela-sela kegiatan.

Acara yang dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban itu menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah para penggerak literasi yang telah teruji oleh waktu. Karya-karyanya diakui oleh publik dan menjadi rujukan dalam berliterasi. Narasumber tersebut adalah Dr. Asrif, M.Hum. kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang memaparkan tentang Kebijakan dalam Pembinaan Komunitas Literasi; Syaf Anton dedengkot literasi sekaligus budayawan Madura dengan paparannya Membangun Komunitas dan Mengembangkan Kreativitas dalam Dunia Tulis Menulis. Pada hari kedua Amin Mulyanto penggerak literasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur memparkan materi Cerdas Berliterasi dalam Menulis Cerpen, sedangkan M. Helmi pegiat literasi dari Pulau Madura memaparakan Cerdas Berliterasi dalam Menulis Puisi. Padahari terakhir sastrawan dan staf Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Mashuri memaparkan materi tentang Menulis Kreatif Berbasis Kearifan Lokal dan Rafif Amir penggerak literasi di Jawa Timur menyampaikan materi Mengenal Esai. (AA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini