SOSIALISASI EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V

Surabaya, 23 November 2022, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaksanakan Sosialisasi Ejaan yang Disempurnakan Edisi Kelima. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Bumi Surabaya tersebut mengundang sekitar seratus peserta yang berasal dari berbagai instansi dan profesi. Hadir sebagai narasumber pembuka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd., menyampaikan dukungannya kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebelumnya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., memberi penjelasan bahwa EYD telah berusia 50 tahun dan telah mengalami beberapa kali perubahan hingga edisi kelima ini. Hal tersebut menandakan bahwa bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan.

Narasumber yang hadir pada sosialisasi tersebut adalah Dr. Maryanto, M.Hum. dan Endah Nur Fatimah, S.Pd. Dua narasumber tersebut merupakan ahli bahasa di Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Materi pertama yang berjudul “Gambaran Umum Penerapan EYD Edisi V” telah disampaikan oleh Dr. Maryanto, M.Hum. dengan sangat baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Perubahan-perubahan yang ada di EYD edisi V direspons dengan sangat antusias oleh para peserta. Salah satu perubahan yang menarik perhatian peserta adalah bentuk terikat maha- dan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan. Pada EYD edisi sebelumnya, bentuk terikat maha- dirangkai dengan kata dasar yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan. Materi kedua berjudul “Penerapan EYD Edisi V” disampaikan oleh Endah Nur Fatimah, S.Pd. Pada materi tersebut, narasumber menyampaikan dengan lengkap kaidah yang terdapat di dalam EYD Edisi V dan disertai contoh.

Peserta yang hadir sangat antusias dengan sosialisasi yang diadakan hingga pukul 14.00 tersebut. Antusias tersebut tercermin pada diskusi yang berlangsung pada sesi tanya jawab. Diskusi yang dimoderatori oleh Andi Asmara, S.S. tersebut menghasilkan beberapa catatan untuk EYD Edisi V. Salah satunya adalah perlunya penjelas pada lampiran EYD. Hal tersebut dirasa perlu agar beberapa kaidah kebahasaan tidak menimbulkan multitafsir di masyarakat. Beberapa kasus penulisan yang sering ditemui oleh guru maupun jurnalis yang hadir juga menjadi bahan diskusi pada acara tersebut. Sahabat bahasa yang belum berkesempatan hadir pada sosialisasi masih bisa mendapat informasi EYD terbaru melalui laman ejaan.kemdikbud.go.id. (ASM)

Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *