Diskusi Kelompok Terpumpun tentang Tata Naskah Dinas Perbup Kabupaten Jombang

Kamis, 27 Juni 2024, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBPJT) menerima kunjungan dari Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jombang. Kegiatan ini diimplementasikan dalam bentuk Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) terkait Tata Naskah Dinas Peraturan Bupati di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Jombang. Kunjungan ini disambut hangat oleh Kasubbag Umum BBPJT, Ary Setyorini, S.Pd. dan Tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pembinaan Bahasa dan Hukum, yaitu Drs. Yani Paryono, M.Pd., Dian Roesmiati, M.Hum., Andi Asmara, S.S., dan Adi Syaiful Mukhtar, S.S.

Kegiatan DKT ini dihadiri oleh perwakilan dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Jombang, sejumlah 13 orang, yaitu dari Bagian Umum Setda Jombang, Nur Rachmawati, S.Sos., Bagian Organisasi, Nita Heryani, M.Si., beserta staf, Kepala Bidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Abdul Ghofur, S.E., beserta sekdin, Bagian Hukum Setda, Imam Kurniawan, S.H., Kasubbag Umum Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Maria Indriana Jatiabsari, S.Sos., dan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi, Ida Khumaida, S.Sos.

Paparan diawali dengan penjelasan mengenai struktur dan format tata naskah dinas yang sesuai dengan standar yang berlaku, sesuai dengan Permendagri Nomor. 1/2023. Koordinator KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum, Dian Roesmiati, M.Hum. juga menjelaskan bahwa surat dinas yang baik harus memiliki struktur yang jelas dan format yang rapi, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi dari dokumen tersebut. Beliau juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang efektif dan efisien dalam komunikasi dinas, yang berarti bahasa yang digunakan harus tepat, ringkas, dan mudah dipahami.

Lebih lanjut, Anggota KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum, Drs. Yani Paryono, M.Pd. memberikan contoh-contoh penulisan surat dinas yang baik dan benar.

Selain berdiskusi, Anggota KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum, Andi Asmara, S.S. dan Adi Syaiful Mukhtar, S.S. juga memberikan saran dan rekomendasi terkait kegiatan DKT ini, yaitu untuk melakukan pelatihan berkelanjutan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan terbaru mengenai aturan-aturan yang harus diikuti, serta keterampilan praktis dalam menyusun surat dinas yang efektif dan efisien. Beliau juga menyampaikan bahwa dengan pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan para aparatur pemerintahan selalu siap dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi dan kebutuhan administratif yang dinamis.

Parade Wajah Bahasa Ruang Publik Sekolah dan Kelas Kreatif Pembuatan Konten Digital Berbahasa Daerah untuk Aktivis SMA/SMK di Magetan

Magetan, 10–12 Juni 2024, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jawa Timur) beserta Duta Bahasa Provinsi Jawa Timur menggelar Krida Duta Bahasa: Parade Wajah Bahasa Ruang Publik Sekolah dan Kelas Kreatif Pembuatan Konten Digital Berbahasa Daerah untuk Aktivis Sekolah di Kabupaten Magetan. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan SMKN 1 Bendo tersebut merupakan tahap pembekalan yang sebelumnya diawali dengan audiensi via Zoom. Hadir sebagai pembuka kegiatan, Ary Setyorini, S.Pd. menyampaikan harapan agar peserta kegiatan dapat memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Hal tersebut disambut dengan sangat antusias oleh SMKN 1 Bendo melalui sambutan Drs. Sugiyanto, M.Pd., Kepala SMKN 1 Bendo. Harapannya, kegiatan ini dapat diikuti dengan serius agar konten yang dilombakan dapat menunjukkan bahwa SMKN 1 Bendo cinta bahasa negara sekaligus berbudaya karena melestarikan bahasa daerah.

Pembekalan yang diikuti oleh 50 aktivis SMKN 1 Bendo tersebut diisi dengan berbagai materi penunjang Parade Wajah Bahasa Ruang Publik Sekolah dan Kelas kreatif Pembuatan Konten. Setidaknya, terdapat lima materi yang disampaikan, yaitu Pelindungan Bahasa Daerah yang disampaikan oleh Supriyoko, S.Pd., Pembuatan Konten Digital oleh Risto Ariesta Vialle, S.I.P., Kondisi Kebahasaan di Jawa Timur oleh Adista Nur Primantari, M.A., Pengutamaan Bahasa Negara oleh Adi Syaiful Mukhtar, S.S., dan Konten Kebahasaan dan Kesastraan untuk Generasi Muda Terbina oleh Eka Andrian dan Syarifatul Hamami.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun sikap positif dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik maupun surat dinas. Selain itu, bahasa daerah menjadi hal yang tidak kalah penting dalam upaya pelestariannya. Sikap positif pada dua bahasa tersebut dapat dilihat dari kreativitas peserta dalam membuat konten dengan berbagai skenario dengan tujuan yang sama, yaitu pengutamaan bahasa negara dan pelindungan bahasa daerah.  (ADI)

 

Ritual Jamasan Pusaka

Ritual Jamasan Pusaka adalah sebuah Ritual dengan pelaksanaannya berupa menjamas pusaka, yakni pusaka leluhur Desa Aeng Tongtong dan Keraton Sumenep. Ritual ini telah berlangsung sejak tahun 1800an tepatnya sejak masa keraton Sumenep.  Pelaksanaannya yang tanpa jeda selain sebagai upaya mensucikan kembali pusaka-pusaka yang dijamas, juga sebagai penghormatan warga Desa Aeng Tongtong kepada leluhurnya dengan cara merawat tinggalannya. Tinggalan tersebut berupa pusaka sebagai tinggalan bendawi dan tata cara membuat keris sebagai tinggalan pengetahuan yang kemudian mampu menghantarkan 600 (enam ratus) warga desa menjadi empu. Sudah barang tentu jumlah empu ini akan terus bertambah kalau melihat keseharian anak-anak dan kaum remaja di Desa Aeng Tongtong yang turut terlibat membantu dalam rangkaian pembuatan keris.

Ritual Jamasan Pusaka sebagai warisan budaya sekaligus sumber daya budaya memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan. Dengan demikian keberlangsungannya akan dapat menjadi filter masuknya modernisasi, menjaga kebanggaan dan identitas daerah, dapat dikembangkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, mempertahankan keragaman budaya, dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Selain itu keberlangsungannya juga menjadi warisan anak cucu.

Keberadaan tradisi, dalam hal ini Ritual Jamasan Pusaka tidak bisa dilepaskan dengan adanya dimensi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Orang sering mengaitkan tradisi dengan lintasan waktu yang panjang, konstan, tidak berubah, dan sesuatu yang asli. Namun, tidak ada tradisi yang tidak mengalami perubahan, karena perubahan zaman dan pola berpikir atau perilaku. Akhirnya, tradisi harus mampu membiakkan atau mengembangkan dirinya sendiri. Melalui orang atau seniman yang masih hidup, mengetahui dan menginginkan untuk menghidupkan tradisi meskipun kadang dengan cara menyesuaikan dengan masa kini. Tradisi dapat hilang atau rusak bila pewarisnya tidak melakukan pewarisan dan menggelar pertunjukan, karena dengan hanya dipraktikkan maka tradisi tetap hidup di masa kini. Secara spesifik terkait dengan pemajuan kebudayaan, maka pemerintah juga berperan  dalam pengembangan dan pemanfaatan budaya di Kabupaten Sumenep yakni melakukan penyebarluasan melalui muatan lokal di sekolah, literasi tentang keris, revitalisasi, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pembuatan keris, dan adanya even wisata Kirab Budaya Pusaka Keraton. Hal ini mampu menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.


Sumber: https://kikomunal-indonesia.dgip.go.id/home/explore/cultural/31361

Ajak Kolaborasi, FLP Jawa Timur Berkunjung ke BBP Jawa Timur

Surabaya, 13/06/24 –  Selasa, 11 Juni 2024, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jawa Timur) menerima kunjungan dari Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur. Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala BBP Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum. Umi menyampaikan bahwa BBP Jawa Timur memiliki banyak program kebahasaan dan kesastraan yang dapat ditindaklanjuti dengan melakukan kerja sama. Beberapa program yang dimaksud adalah penulisan cerita anak diwbahasa, permohonan narasumber untuk kegiatan kebahasaan, kesastraan, dan literasi, dan lain-lain. Dr. Umi Kulsum, M.Hum. mengajak semua pihak untuk berdiskusi mengenai berbagai kegiatan dan program yang dapat diimplementasikan melalui kolaborasi, seperti kegiatan kebudayaan, kebahasaan, dan kesastraan. Selain itu, beliau menegaskan bahwa program dan kegiatan yang dilakukan oleh BBP Jawa Timur terbuka untuk kerja sama secara umum dan luas, sehingga semua pihak yang hadir dapat berpartisipasi dan memberikan kontribusi.

Ibu Ratna Ayu, perwakilan dari Forum Lingkar Pena Jawa Timur, pada kesempatan tersebut juga menyampaikan visi dan misi Forum Lingkar Pena serta harapan mereka untuk dapat berkolaborasi dengan BBP Jawa Timur. Diskusi yang hangat dan mendalam tentang bagaimana kedua organisasi dapat bekerja sama untuk mempromosikan dan mengembangkan kegiatan kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan di Jawa Timur tersebut dilakukan di Ruang Pimpinan BBP Jawa Timur.

BBP Jawa Timur Dampingi Penyusunan Program Literasi dan Numerasi di SMK Trisakti Tulangan, Sidoarjo

Surabaya, 13/06/24 – Dalam rangka memenuhi tahapan lanjutan komite pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) Skema Reguler Lanjutan Tahun 2024, Sabtu, 8 Juni 2024, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jawa Timur) memenuhi undangan dari SMK Trisakti Tulangan, Sidoarjo.

Kegiatan yang bertajuk Lokakarya Penyusunan Program Literasi ini menghadirkan narasumebr dari BBP Jawa Timur, Awaludin Rusiandi, M.A. Dalam paparannya, Koordinator KKLP Penerjemahan ini menjelaskan berbagai strategi dan metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Beliau menekankan pentingnya pendekatan yang terintegrasi dan berkesinambungan, di mana setiap elemen dalam proses pembelajaran harus saling mendukung. Selain itu, beliau juga memberikan contoh-contoh praktis tentang bagaimana materi literasi dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum SMK, sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks dunia kerja yang sesungguhnya.

KKLP UKBI BBP Jawa Timur Sosialisasikan UKBI di SMKN 1 Wonoasri, Madiun

Surabaya, 13/06/24 – Selasa, 11 Juni 2024, Tim KKLP Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jawa Timur), memenuhi undangan dari SMKN 1 Wonoasri, Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan Program Sekolah Mengenah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) dengan Skema Reguler Lanjutan. Tujuan kegiatan Sosialisasi UKBI ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa dan guru SMKN 1 Wonoasri ini buka oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Wonoasri Madiun, Dra. Hj. Wiwik Wiyati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa yang baik akan membuka banyak peluang bagi siswa, baik dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. ”Saya harap dengan sosialisasi ini, siswa dan guru di SMKN 1 Wonoasri lebih termotivasi untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, sehingga bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.” ungkapnya.

Setelah  pembukaan, acara dilanjutkan dengan paparan dari tim KKLP UKBI BBP Jawa Timur. Tim UKBI menjelaskan secara rinci mengenai UKBI, mulai dari tujuan hingga prosedur pelaksanaannya. Tim KKLP UKBI juga menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan jelas, sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para peserta.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi ujian UKBI. Para siswa diberikan kesempatan untuk mencoba soal-soal UKBI dalam suasana yang mirip dengan kondisi ujian sebenarnya. Melalui simulasi ini, siswa dapat merasakan langsung bagaimana proses dan jenis soal yang dihadapi dalam UKBI. Hal ini diharapkan dapat mengurangi rasa cemas dan meningkatkan kepercayaan diri mereka saat menghadapi ujian yang sesungguhnya. (Rus)

Pelantikan PPPK di Lingkungan BBJT

Selasa, 11 Juni 2024, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBPJT) melakukan pengambilan sumpah jabatan PPPK BBPJT atas nama Esa Putra Kurniawan, S.Hum. Kegiatan ini juga dilaksanakan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D secara daring. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukuhkan posisi Esa Putra Kurniawan sebagai bagian dari keluarga besar BBPJT, sekaligus mempertegas komitmen dan tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas-tugas yang diamanatkan.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di ruang rapat Ki Hajar Dewantara. Kepala BBPJT, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., didampingi oleh bagian Kepegawaian, M. Iwan Mukaffi, A.Md., dan Dwi Puspa Agustina, S.E., membuka acara dengan sambutan yang hangat. Dalam sambutannya, Ibu Umi menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pegawai pemerintah. “Pengambilan sumpah jabatan ini bukan hanya seremonial semata, tetapi merupakan pengingat akan tanggung jawab besar yang kita emban untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” begitulah pesan yang disampaikan oleh Ibu Umi. Bapak Iwan dan Ibu Ina juga menyampaikan bahwa kontribusinya sangat berarti bagi BBPJT serta harapan yang diharapkan ini nantinya akan terus berkembang dan memberikan dedikasi yang terbaik dalam setiap tugasnya.

GELAR BIMTEK GURU MASTER, BBP JAWA TIMUR UNDANG GURU SD DAN SMP

Bondowoso, 31/05/2024 – Bertempat di Aula STAI Attaqwa, Bondowoso, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jawa Timur) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Madura Wilayah Bondowoso di Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari (26—31 Mei 2024) ini diikuti oleh 39 peserta, yang terdiri atas guru SD dan guru SMP.

Kegiatan Bimtek Guru Master RBD Madura untuk wilayah Bondowoso ini menghadirkan tujuh narasumber yang kompeten di bidangnya. Ketujuh pemateri tersebut adalah Isya Sayunani (membaca dan menulis carakan), Fathor Rahman (mendongeng), Tola’adi (menembang), Habiburrahman (melawak Tunggal), Mudhar (menulis cerpen), Kukun Sugiarto (pidato), dan Mulyono (menulis dan membaca puisi).

Kegiatan Bimtek Guru Master RBD Madura Wilayah Bondowoso ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bondowoso, Drs. Abd. Rahman, M.M. didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., Koordinator KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Made Oktavia Vidiyanti. Rektor STAI Attaqwa, Dr. Suhairi, M.Pd.I., dan narasumber Isya Sayunani. Dalam sambutannya, Abd. Rahman sangat mengapresiasi inisiasi BBP Jawa Timur untuk merevitalisasi bahasa Madura terutama di wilayah Bondowoso. Hal ini dikarenakan saat ini bahasa Madura cenderung ditinggalkan oleh para generasi muda. Tidak banyak siswa yang dapat berbicara bahasa Madura bahkan menulis carakan. (NN)

 

Festival Musikalisasi Puisi BBJT

Sebanyak 12 SMA finalis mengikuti “Festival Musikalisasi Puisi Bagi Pelajar SMA se-Jatim Tahun 2024” yang digelar Balai Bahasa Jatim, Selasa (21/5), di Surabaya.

Empat finalis datang dari wilayah Madiun. Terdapat tiga SMA dari Kota Madiun yakni SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 6 serta satu finalis dari Kab. Madiun yang diwakili SMAN 1 Geger. Adapun Kota Surabaya diwakili tiga finalis yakni SMA Kristen Gloria 2, SMAN 15 dan SMA Barunawati. Kab. Malang diwakili dua finalis dari SMAN 1 Kepanjen dan SMAN 1 Pagak Kab. Malang. Finalis lainnya adalah SMAN 1 Grati Kab. Pasuruan, SMAN 1 Lumajang, dan MAN Kota Blitar. 

Di babak final, setiap tim membawakan musikalisasi puisi untuk satu puisi wajib Tusuk Gigi karya Soni Farid Maulana  dan satu puisi pilihan dari 10  puisi yang telah disiapkan. Bertindak selaku dewan juri adalah Aurelia Dewi Prajna Paramita, Carles Djalu, Ahmad Zaenuri, Harwi Mardianto dan Itot Brian Raharjo. Setelah seluruh finalis tampil dan dinilai, dewan juri menggelar rapat untuk membahas penilaian keseluruhan guna menentukan enam pemenang. 

Dewan juri menetapkan juara harapan tiga diraih SMAN 1 Kepanjen, juara harapan dua SMAN 1 Lumajang dan SMAN 6 Madiun sebagai juara harapan satu. Juara satu kembali diraih SMAN 15 Surabaya, juara lomba serupa pada tahun 2023. Juara kedua diraih MAN Kota Blitar dan SMAN 2 Madiun meraih juara ketiga. Juara satu dan dua akan mewakili Jawa Timur pada Festival Musikalisasi Puisi tingkat nasional pada Oktober 2024 mendatang. (*)