Penghargaan UKBI Adaptif Merdeka

Sidoarjo, 30/11/2022 – Sebagai bangsa yang memiliki bahasa modern yang multifungsi dan memiliki jumlah penutur yang besar, bangsa Indonesia memiliki instrumen evaluasi mutu penggunaan bahasa Indonesia. Untuk itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengembangkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang dikemas dalam format tes adaptif. Tanpa menafikan peran wahana lain, UKBI memiliki fungsi yang amat strategis, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia serta penggunaan dan pengajarannya di dalam dan luar negeri, tetapi juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya. Pengembangan UKBI ini merupakan bagian dari upaya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam membina, merawat, dan memartabatkan bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia. UKBI dikembangkan sebagai sebuah tes standar untuk mengetahui kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia.

UKBI dapat dimanfaatkan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, sebagai sertifikat pendamping ijazah bagi pelajar, seleksi penerimaan pegawai profesi tertentu, dan tes pendamping kelulusan jenjang sarjana dan pasacasarjana. Sementara itu, pegawai profesi tertentu, seperti wartawan, editor, penerjemah, penulis, widyaprada, pengacara, dan peneliti yang dalam kesehariannya dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dalam bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulis dapat pula memanfaatkan UKBI. Demikian pula dengan tenaga kerja asing dan pelajar asing yang ada di Indonesia, layanan UKBI dapat diberikan kepada mereka untuk mengetahui dan meningkatkan kemahiran mereka dalam berbahasa Indonesia.

UKBI Adaptif Merdeka telah diluncurkan 29 Januari 2021 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bapak Nadhiem A. Makarim. Mulai saat itu pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka juga digalakkan di Jawa Timur. Pada tahun 2022 ini, sejak bulan Januari sampai dengan bulan Oktober tahun 2022, UKBI di Jawa Timur sudah diikuti oleh 36.795 peserta dari berbagai kelompok pelajar, mahasiswa, dan kelompok profesional. Peserta tersebut berasal dari 531 lembaga dari 38 Kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari 531 lembaga tersebut jumlah peserta terbanyak berasal dari kelompok pelajar. Berikut 10 besar sekolah dengan jumlah siswa terbanyak yang mengikuti UKBI.

No. Instansi Status Kab/ Kota Jumlah Peserta
1 SMKN 1 Turen Pelajar Malang 1889
2 SMKN 1 Magetan Pelajar Kab. Magetan 1287
3 SMK NEGERI 1 TUREN Pelajar KAB. MALANG 1279
4 SMA N 4 Sidoarjo Pelajar Sidoarjo 1249
5 SMA Antartika Sidoarjo Pelajar Sidoarjo 1199
6 SMAN 1 Turen Pelajar Kabupaten Malang 1065
7 SMA Negeri 1 Sidoarjo Pelajar Kabupaten Sidoarjo 817
8 SMAN 1 Talun Pelajar Kab Blitar 794
9 SMAN 1 Pelajar Kota Mojokerto 779
10 SMAN 4 Surabaya Pelajar Kota Surabaya 678

 

Untuk peran aktif sekolah dan Dinas Pendidikan yang telah mendukung pelaksanaan UKBI Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada sebagai berikut.

1. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri sebagai Lembaga Teraktif Pendukung Pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka Tahun 2022. Peserta dari Kediri berjumlah 12.837 dari 132 sekolah  dan telah menyumbang 34,89% dari jumlah peserta UKBI di Jatim. Hal ini, tidak terlepas dari koordinasi yang masif dan aktif oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri kepada lembaga-lembaga pendidikan di lingkungannya.

       

2. SMK Negeri 1 Turen sebagai Peserta Terbanyak UKBI Adaptif Merdeka Tahun 2022 di Jawa Timur. Peserta dari SMKN 1 Turen berjumlah 1.889. Semua siswa SMKN 1 Turen dari kelas X, XII, dan XII mengikuti UKBI. Hal ini, tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah, guru Bahasa Indonesia, dan Tim IT SMKN 1 Turen yang menyiapkan data, sarana dan prasarana, serta pelatihan UKBI sehingga tes UKBI dapat terlaksana dengan baik. (RIA)

BBP Jatim Luncurkan Buku Terjemahan Cerita Anak Berbahasa Daerah-Bahasa Indonesia

Sidoarjo, 28/11/2022 – Menutup akhir kegiatan penerjemahan tahun 2022, KKLP Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur meluncurkan buku terjemahan cerita anak berbahasa daerah – bahasa Indonesia. Kegiatan peluncuran yang dilaksanakan di Hotel Fave Sidoarjo ini diikuti oleh penulis dan penerjemah buku cerita anak berbahasa daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, guru, penerjemah HPI, penerbit, IKAPI, penulis, sastrawan, budayawan, anggota komunitas literasi, dan beberapa instansi terkait seperti dinas Pendidikan dan dinas perpustakaan.

Kepala BBP Jatim, Dr. Umi Kulsum, M.Hum. menyampaikan bahwa tahun ini ada 16 buku cerita anak yang diterjemahkan dari bahasa daerah (Jawa, Madura, dan dialek Using) ke bahasa Indonesia. Ke-16 cerita anak tersebut merupakan hasil karya peserta bimtek penulisan cerita anak yang diselenggarakan oleh BBP Jatim untuk menjaring naskah yang akan diterjemahkan. Buku cerita anak tersebut diterjemahkan oleh 5 pejabat fungsional penerjemah BBP Jatim dan 11 penerjemah yang lolos seleksi. Buku cerita anak ini ditujukan bagi pembaca usia dini dan awal. “Kegiatan penerjemahan ini telah melewati beberapa tahap hingga akhirnya hari ini dapat diluncurkan. Ini merupakan hasil kerja keras tim KKLP Penerjemahan BBP Jatim untuk turut andil dalam penyedian bahan literasi bagi anak.” kata wanita yang baru empat bulan ini menjabat di BBP Jatim.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd. Dalam sambutannya, Tirto Adi menyampaikan bahwa penerbitan buku cerita anak dwibahasa ini merupakan satu langkah yang patut diapresiasi karena di satu sisi Balai Bahasa Jatim mengajak untuk melestarikan bahasa daerah, di sisi lain pembaca diajak untuk selalu mengutamakan bahasa Indonesia. Selain itu, Tirto juga menyampaikan, sebagai wujud apresiasi kepada para penulis dan penerjemah, buku cerita anak ini akan dijadikan buku pengayaan untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sidoarjo. “Karya terjemahan dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia adalah Langkah yang bagus. Di satu sisi kita melestarikan bahasa daerah, di sisi yang lain kita mengutamakan bahasa Indonesia. Karena sudah ber-ISBN, kami akan menjadikan buku ini sebagai buku pengayaan untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sidoarjo. Ini kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kami kepada para penulis dan penerjemah.” Ungkapnya.

Kegiatan Peluncuran Buku Terjemahan Cerita Anak Berbahasa Daerah-Bahasa Indonesia ini dibuka oleh Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Dr. Iwa Lukmana, M.A. secara daring. Iwa menyampaikan bahwa Mas Menteri berkeinginan untuk mendongkrak kemampuan literasi anak-anak dengan menerbitkan buku-buku yang menarik untuk anak-anak. Iwa juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penerbitan 16 buku terjemahan cerita anak dwi bahasa yang diinisiasi oleh tim KKLP Penerjemahan BBP Jatim. Sebagai kepanjangan tangan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, BBP Jatim yang merupakan reprentasi pemerintah pusat di Jawa Timur telah melakukan kegiatan penerjemahan ini dengan luar biasa.  Kapustanda menyadari bahwa proses penerjemahan ke bahasa daerah mengalami banyak liku-liku, selain itu kondisi perbukuan di berbagai daerah juga berbeda-beda. Ada daerah yang memiliki buku-buku cerita anak yang siap diterjemahkan bahkan ada daerah yang tidak ada yang dapat diterjemahkan. Tim KKLP Penerjemahan BBP Jatim sudah melakukan berbagai moda, salah satunya dengan mengadakan bimtek. Tujuan dari kegiatan penerjemahan ini tidak hanya untuk menggiatkan literasi tapi juga untuk pemupukan kebinekaan. “Tujuan dari penerjemahan ini telah disebutkan tadi untuk literasi, tapi kita tidak boleh menafikkan kalau kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk pemupukan kebinekaan. Di Jawa Timur sendiri kebinekaan itu tampak seperti yang telah disampaikan Ibu Umi Kulsum sampaikan ada bahasa Jawa, bahasa Madura, dan bahasa Jawa dialek Using.” pungkasnya.

Pada acara peluncuran buku terjemahan cerita anak dwibahasa ini dilakukan penandatanganan berita acara serah terima pekerjaan dari penerjemah, yang diwakili oleh Saudara Fathor Rahman kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, yang diwakili oleh Kasubbag Umum BBP Jatim, Ary Setyorini, S.Pd. Salah satu penulis cerita anak tersebut, Sri Widowati Kinasih, juga diminta untuk membacakan salah satu karya terjemahan cerita anak yang berjudul Laron Byar!  Di akhir acara diserahkan piagam penghargaan kepada 16 penulis cerita anak berbahasa daerah dan 16 penerjemah buku cerita anak yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. (KU)

SOSIALISASI EJAAN YANG DISEMPURNAKAN EDISI V

Surabaya, 23 November 2022, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaksanakan Sosialisasi Ejaan yang Disempurnakan Edisi Kelima. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Bumi Surabaya tersebut mengundang sekitar seratus peserta yang berasal dari berbagai instansi dan profesi. Hadir sebagai narasumber pembuka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd., menyampaikan dukungannya kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebelumnya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., memberi penjelasan bahwa EYD telah berusia 50 tahun dan telah mengalami beberapa kali perubahan hingga edisi kelima ini. Hal tersebut menandakan bahwa bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan.

Narasumber yang hadir pada sosialisasi tersebut adalah Dr. Maryanto, M.Hum. dan Endah Nur Fatimah, S.Pd. Dua narasumber tersebut merupakan ahli bahasa di Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Materi pertama yang berjudul “Gambaran Umum Penerapan EYD Edisi V” telah disampaikan oleh Dr. Maryanto, M.Hum. dengan sangat baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Perubahan-perubahan yang ada di EYD edisi V direspons dengan sangat antusias oleh para peserta. Salah satu perubahan yang menarik perhatian peserta adalah bentuk terikat maha- dan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan. Pada EYD edisi sebelumnya, bentuk terikat maha- dirangkai dengan kata dasar yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan. Materi kedua berjudul “Penerapan EYD Edisi V” disampaikan oleh Endah Nur Fatimah, S.Pd. Pada materi tersebut, narasumber menyampaikan dengan lengkap kaidah yang terdapat di dalam EYD Edisi V dan disertai contoh.

Peserta yang hadir sangat antusias dengan sosialisasi yang diadakan hingga pukul 14.00 tersebut. Antusias tersebut tercermin pada diskusi yang berlangsung pada sesi tanya jawab. Diskusi yang dimoderatori oleh Andi Asmara, S.S. tersebut menghasilkan beberapa catatan untuk EYD Edisi V. Salah satunya adalah perlunya penjelas pada lampiran EYD. Hal tersebut dirasa perlu agar beberapa kaidah kebahasaan tidak menimbulkan multitafsir di masyarakat. Beberapa kasus penulisan yang sering ditemui oleh guru maupun jurnalis yang hadir juga menjadi bahan diskusi pada acara tersebut. Sahabat bahasa yang belum berkesempatan hadir pada sosialisasi masih bisa mendapat informasi EYD terbaru melalui laman ejaan.kemdikbud.go.id. (ASM)

Sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka dan Penandatanganan Rencana Kerja Sama di Uniwara Pasuruan

Rabu, 16 November 2022, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melakukan Koordinasi dan Sosialisasi UKBI di Universitas PGRI Wiranegara, Pasuruan. Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Pendidkan Bahasa Indonesia tersebut dilakukan secara bersemuka dan daring. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Uniwara, Dr. Darmono dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau berdua saling mendukung kegiatan pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan rencana kerja sama antara Pusat Pengembangan Laboratorium dan Bahasa Universitas PGRI Wiranegara dan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Ruang lingkup kerja sama yang dilakukan adalah implementasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka; penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI); pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA); peningkatan kualitas sumber daya manusia/penyediaan tenaga ahli pada kegiatan seminar, lokakarya atau Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT); serta publikasi ilmiah.

Setelah pembukaan Sosialisasi UKBI Adaptif, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka yang dilakukan oleh Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Penjelasan tentang UKBI Adaptif Merdeka dipaparkan oleh Siti Komariyah; prosedur pendaftaran UKBI dipaparkan oleh Wenni Rusbiyantoro, dan materi uji UKBI dipaparkan oleh Tri Winiasih. (TRI)

 

 

 

 

 

 

 

Kepala BBP Jatim Serahkan Penghargaan Giat UKBI 2022

 

Sidoarjo, 16/11/2022 –  Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., Selasa, 15 November 2022menyerahkan hadiah pembinaan kepada Kepala SMA Negeri 1 Turen atas prestasinya sebagai Penerima Apresiasi Terbaik dalam Giat UKBI Adaptif Merdeka yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. Penghargaan itu diperoleh berdasarkan rapat pleno penetapan lima belas sekolah terbaik penerima Apresiasi Giat UKBI Adaptif  Merdeka pada tanggal 17 Oktober 2022. SMAN 1 Turen adalah salah satu dari lima belas sekolah terbaik penerima Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka tahun 2022.  Kelima belas sekolah tersebut terpilih berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu foto kegiatan, artikel kegiatan, dan video singkat tentang kegiatan UKBI di sekolah dan tanggapan peserta atau guru pendamping dan kepala sekolah. Sebagai penghargaan atas prestasinya, SMAN 1 Turen berhak mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp20.000.000,00 dipotong pajak.

SMA Negeri 1 Turen menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili Jawa Timur yang menerima penghargaan Giat UKBI.  Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur berharap hal  ini akan menjadi motivasi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur untuk mengikutsertakan siswanya dalam UKBI Adaptif Merdeka. Kepala SMA Negeri 1 Turen sepakat dengan hal itu dan menyampaikan bahwa UKBI akan menjadi salah satu bagian dari kegiatan akademik di SMA Negeri 1 Turen.

Selamat kepada SMA Negeri 1 Turen yang telah meraih prestasi nasional. Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur juga mengucapkan.terima kasih kepada semua sekolah yang aktif mengikuti UKBI Adaptif Merdeka. (TRI)

Penandatanganan Rencana Kerja Sama antara Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan SMAN 1 Pandaan serta Koordinasi Pelaksanaan UKBI

Sidoarjo, 16/11/2022 – Dalam rangka Koordinasi dan Sosialisasi UKBI di SMAN 1 Pandaan, Selasa 15 November 2022, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan SMAN 1 Pandaan melakukan penandatangan Rencana Kerja Sama dalam bidang bahasa dan sastra. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Pandaan, Drs. Ariadi Nur Awalukianto, M.Pd. dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum. Kedua belah pihak sangat mendukung untuk membangun kerja sama secara intensif dalam bidang bahasa dan sastra. Ruang lingkup kerja sama yang akan dibangun adalah pengunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan SMAN 1 Pandaan, penyelenggaraan Uji Kemahiran Barbahasa Indonesia (UKBI), penyuntingan buku karya siswa dan guru SMAN 1 Pandaan, serta narasumber pelatihan kebahasaan dan kesastraan.

Selanjutnya, dilakukan ramah tamah dengan membahas rencana pelaksanaan UKBI di SMAN 1 Pandaan mulai dari topik fungsi UKBI bagi siswa, alat-alat yang diperlukan saat uji, bahkan cara pendaftaran UKBI. Dalam kegiatan tersebut disepakati bahwa pada pertengahan Januari 2023 SMAN 1 Pandaan akan melaksanakan UKBI bagi seluruh siswanya yang berjumlah ribuan. (TRI)

KKLP Penerjemahan BBP Jatim Lakukan Uji Keterbacaan Naskah Terjemahan Cerita Anak

Sidoarjo, 31/10/2022 – KKLP Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Terjemahan Cerita Anak dari Bahasa Daerah ke Bahasa Indonesia pada tanggal 26—27 Oktober 2022 di SD Muhammadiyah Sidoarjo dan SD Negeri Ujung Piring, Bangkalan. Kegiatan tersebut sebagai langkah akhir dari tahapan kegiatan penerjemahan yang sudah dilakukan oleh tim penerjemah Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan penerjemah terpilih eksternal.

Sebelum dilakukan uji keterbacaan, tim KKLP Penerjemahan BBP Jatim memandu dan menerangkan proses dari uji keterbacaan. Kegiatan diawali dengan membaca naskah terjemahan, dilanjutkan menjawab soal dan terakhir menulis ulang cerita tersebut. Para siswa diharapkan mampu membaca dan memahami naskah terjemahan sehingga tujuan uji keterbacaan ini dapat tercapai. Naskah cerita anak berbahasa daerah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bersumber dari bahasa Jawa, Using, dan Madura. Kegiatan ini diikuti oleh 64 siswa kelas empat di kedua sekolah dasar. (DLW)

STAF BBP JATIM TANTANG BUPATI LAMONGAN BACA PARIKAN

Lamongan, 26/10/2022 – Dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional ke-57 Tahun 2022, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur kembali berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan, Seni, dan Budaya. Peringatan HAI Tahun 2022 ini digelar di Lapangan Parkir Timur Wisata Bahari Lamongan dan dibuka secara langsung oleh Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, MBA.

Hari Aksara Internasional Tahun 2022 ini mengusung tema ‘Transformasi Literasi dalam Konteks Merdeka Belajar’. Dalam sambutannya Bupati Lamongan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hari Aksara Internasional di Kabupaten Lamongan. Saat ini indeks kegemaran membaca (IKM) di Lamongan menempati angka 70,90 persen dan indeks pembangunan manusia bidang pendidikan mencapai 73,1 persen. Hal ini didukung oleh inovasi di bidang literasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, yaitu Gerlamsesaku (Gerakan Lamongan Sehari Satu Buku). “Literasi yang tinggi akan menumbuhkan jiwa berkualitas dan berdaya saing kuat. Mari kita perkenalkan ragam literasi baru kepada generasi muda,” kata bupati yang akrab disapa Pak Yes ini.

Setelah acara pembukaan, Bupati Lamongan beserta istri didampingi oleh Wakil Bupati Lamongan beserta istri berkenan mengunjungi stand Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Tim BBP Jatim mengenalkan tusi BBP Jatim dan juga produk-produk serta layanan BBP Jatim. Pada kesempatan tersebut Pak Yes ditantang untuk membacakan salah satu parikan dalam buku Parikan Edan Suroboyoan yang diterbitkan BBP Jatim tahun 2014 dan beliau berkenan membacakannya.

Pak Yes mengunjungi stan BBP Jatim dan membaca majalah Ajisaka

Terdapat 54 stan pameran ragam literasi dan keaksaraan pada kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut (26—27 Oktober 2022). Pameran itu merupakan hasil inovasi dan produk-produk literasi dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang ada di 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Selain Dinas Pendidikan provinsi dan kota/kabupaten, beberapa instansi seperti Dinas Perpustakaan Prov. Jatim, Kemenag Kanwil Jatim, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, dan juga beberapa instansi vertikal lainnya. Selain pameran, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dari siswa PAUD hingga SMA se-Kabupaten Lamongan dan sarasehan literasi dengan narasumber Prof. Dr. Bagong Suyanto, M.Si., Bunda Baca Provinsi Jawa Timur, Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin, dan Bunda Baca Kabupaten Lamongan, Ibu Bupati Lamongan, Anis Kartika.

Kegiatan yang sedianya akan ditutup oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ini dimeriahkan oleh penampilan Band Letto. Dalam sambutan penutupan kegiatan HAI Tahun 2022, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jatim, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si., mengungkapkan bahwa sesuai denga tema HAI Tahun 2022 ini semangat menumbuhkan literasi dan menekan angka buta huruf harus terus dilakukan sebagaimana kurikulum merdeka belajar. “Pendidikan kunci peradaban pondasi SDM. Dengan pendidikan dan berliterasi kita bisa memperbaiki derajat kehidupan yang lebih baik,” kata Benny. Pada malam penutupan tersebut juga diserahkan secara simbolis penghargaan Abugerah Sutasoma oleh Bupati Lamongan kepada Dr. Sariban sebagai Guru Bahasa Indonesia Berdedikasi dan Kostela sebagai Komunitas Sastra Terbaik. (KU)

KEPALA BADAN BAHASA RAYAKAN BULAN BAHASA DAN SASTRA 2022 DI RRI PRO 1 SURABAYA

Surabaya, 11/10/2022 – Dalam rangkaian perayaan bulan bahasa dan sastra tahun 2022, Kepala Badan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Umi Kulsum, M.Hum. hadir menjadi narasumber di Radio RRI Pro 1 Surabaya pada program Lintas Surabaya Sore. Tema yang diusung pada dialog interaktif dalam studio ini adalah “Bangkit Bersama dan Rayakan Bulan Bahasa 2022”.

Kepala Badan Bahasa menyampaikan bahwa Esensi dari sumpah pemuda adalah keindonesiaan. Keindonesiaan ini dikemas dalam tiga unsur, yaitu tanah air, kebangsaan, dan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu bangsa. Ini merupakan cara yang sangat heroik yang dilakukan oleh para pemuda pada saat itu yang kemudian mencetuskan sebuah sumpah untuk mempersatukan rasa dan perjuangan untuk mencapai Indonesia merdeka. Untuk menghargai, menghormati, mengapresiasi perjuangan para pahlawana tersebut, Badan Bahasa sebagai lembaga yang bertugas dan fungsi untuk pengembangan, pelindungan, dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia mengusung sebuah program yang kemudian menjadi ikon setiap bulan Oktober dengan nama bulan bahasa sejak tahun 1980-an. Kemudian tahun 1989 berkembang menjadi bulan bahasa dan sastra, karena ada usulan yang menyatakan bahwa berbicara tentang bahasa juga berbicara sastra dan begitu sebaliknya.

Tema yang diusung pada Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2022 adalah Bangkit Bersama. Menurut Kaban, makna dari tema Bangkit Bersama ini sangat kontekstual. Selama 2-3 tahun terakhir ini kita dibombardir dengan berbagai berita dan situasi yang mencengangkan akibat covid. Saat ini situasi sudah agak mereda dan perekonomian sudah mulai bangkit kembali, meskipun protokol kesehatan tetap harus ditaati. Pada situasi inilah bahasa berperan penting untuk memastikan kepada masyarakat bahwa kita harus bangkit tidak terus menerus hanyut dengan situasi selama pandemi. “Provokasi positif dengan menggunakan bahasa-bahasa yang baik ditujukan untuk meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap situasi saat ini. Oleh karena itu kita mengusung tema ‘Bangkit Bersama’ yang artinya bukan hanya petugas kesehatan, pelaku ekonomi, tapi kita harus bangkit bersama-sama untuk lebih berkarya pasca pandemi ini.” terangnya lagi.

Siaran yang dipandu oleh Nindya Rimma Melati ini berlangsung cukup hangat dan menarik. Kepala Badan juga menyampaikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Bahasa dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2022. “Tahun ini kita variasikan kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah ada dan juga kita membuat inovasi-inovasi baru agar perayaan tahun ini lebih semarak” terang mantan Atdikbud London ini. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Bahasa pada perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2022 ini yaitu, Lomba Mendongeng dengan Bahasa isyarat, Lomba Cerdaas Mengulas Buku, Festival Video Padanan Istilah, Festival Handai Indonesia, Pementasan Grup Teater Sekolah Tingkat SMA Se-Jabodetabek, dan Festival Digital Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Selain itu Badan Bahasa juga menyelenggarakan kegiatan Menjalin Indonesia dari seluruh provinsi di Indonesia dan puncaknya pada tanggal 28 Oktober 2022 akan diluncurkan superaplikasi Halo Bahasa.

Sedangkan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, perayaan Bulan Bahasa dan Sastra juga diselenggarakan dengan meriah. BBP Jatim menyelenggarakan Anugerah Sutasoma, Pemilihan Duta Bahasa, Sarasehan Literasi, Peluncuran dan Sosialisasi Program dan Inovasi BBP Jatim, dan Kelas Daring untuk Guru (Kadaru). “Balai Bahasa Jawa Timur pada puncak Bulan Bahasa tahun ini juga akan meluncurkan beberapa aplikasi salah satunya adalah Kasada, Kamus Bahasa Daerah Jawa Timur. Aplikasi ini akan sangat berguna bagi masyarakat di luar Jawa Timur.” papar wanita yang baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Prov. Jatim ini.

Di akhir dialog, Kepala Badan Bahasa menyampaikan bahwa sesungguhnya bahasa itu adalah aset dan bulan bahasa ini menjadi pengingat bahwa kita memiliki bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Kalau bukan kita yang mencintai dan mengembangkan bahasa Indonesia, siapa lagi. Bahasa adalah identitas kita. Melalui bahasa kita dapat merefleksikan diri kita. “Mari kita pertahankan identitas kita sebagai orang Indonesia melalui penggunaan bahasa indonesia, identitas kita sebagai suku bangsa dengan tetap menggunakan bahasa daerah, dan sebagai warga global kita juga harus bisa berbahasa asing. Hal ini sesuai dengan Trigatra di Badan Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.” pungkasnya. (KU)

BALAI BAHASA JAWA TIMUR GELAR ANUGERAH SUTASOMA TAHUN 2022

Surabaya, 11 Oktober 2022 – Ajang penganugerahan yang selalu dinanti oleh pegiat sastra di Jawa Timur kembali digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Bertempat di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, acara Anugerah Sutasoma 2022 berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh satrawan, budayawan, praktisi, akademisi, siswa, mahasiswa, dan penikmat sastra di Jawa Timur. Anugerah Sutasoma merupakan kegiatan penganugerahan penghargaan terhadap para penulis, penggiat sastra, dan guru bahasa/sastra di Jawa Timur yang menunjukkan eksistensi, dedikasi, dan kualitas pada bidangnya.

Kepala BBP Jatim, Dr. Umi Kulsum, M.Hum. menyampaikan bahwa terdapat tujuh kategori yang diberikan dalam Anugerah Sutasoma, yaitu sastrawan berdedikasi, komunitas sastra terbaik, buku sastra terbaik dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah, buku kritik sastra terbaik, guru bahasa Indonesia dan guru bahasa daerah yang berdedikasi. Wanita yang baru menjabat di BBP Jatim selama tiga bulan ini juga menyampaikan bahwa teknis dan sifat Anugerah Sutasoma berbeda dengan sayembara. “Anugerah Sutasoma didesain sebagai penghargaan. Dalam penghargaan yang aktif adalah panitia di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Pihak panitia yang proaktif untuk mengumpulkan karya dan menelusuri sepak terjang sastrawan dan penulis di Jawa Timur dalam kurun waktu tertentu.” paparnya.

Dewan juri Anugerah Sutasoma 2022 terdiri atas akademisi dan sastrawan yang ada di Jawa Timur. Mereka adalah Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (Guru Besar Sastra Universitas Negeri Malang), Dr. M. Shoim Anwar, M.Pd. (Sastrawan dan dosen Universitas Adi Buana Surabaya), Bramantio, M.Hum. (Kritikus sastra dan dosen Universitas Airlangga), dan Mashuri, M.A. (Sastrawan dan peneliti sastra BRIN). Dalam sambutannya, Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. mengucapkan rasa terima kasih kepada BBP Jatim yang terus menyelenggarakan acara ini apapun dan bagaimanapun keadaan dan situasinya. Untuk diketahui, kegiatan Anugerah Sutasoma ini telah berjalan selama 14 tahun. “Ini membuktikan bahwa slogan Badan Bahasa Bermanfaat Bermartabat memang benar adanya.” kata dosen Universitas Negeri Malang ini. Meskipun pandemi belum bisa dikatakan telah berakhir, para pegiat sastra dan bahasa baik Indonesia dan daerah di Jawa Timur tetap menuangkan kreativitas dan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam berkarya. Hal ini dikarenakan mereka merasa ‘diopeni’ oleh BBP Jatim.

Kepala Badan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. memberikan apresiasi kepada BBP Jatim, khususnya panitia Anugerah Sutasoma, yang telah bekerja keras sepanjang tahun demi terlaksananya kegiatan ini. Jumlah nomine yang naik turun pada setiap tahunnya adalah sebuah dinamika. “Sebagai dinamika maka pemeroleh penghargaan Anugerah Sutasomapun adalah sebuah dinamika. Karena ketika kita ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat tentu kita tidak terlepas dari dinamika-dinamika yang ada dalam masyarakat itu sendiri.” kata mantan Atdikbud London itu. Menurutnya proses penganugerahan ini tidaklah instan. Butuh kegigihan, keajegan, dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkannya. Kepala Badan Bahasa yakin pastilah bukan hal mudah untuk mempertahankan Anugerah Sutasoma selam 14 tahun ini.

Penghargaan yang namanya diambil dari mahakarya pujangga pada masa Kerajaan Majapahit, berjudul Sutasoma karya Mpu Tantular ini diramaikan dengan pentas seni dan sastra. Dibuka dengan pertunjukan tari Gandrung Sewu oleh mahasiswa STKW Surabaya dan Unesa. Acara Anugerah Sutasoma tahun ini menggelar pertunjukan yang didedikasikan untuk Almarhum Djayus Pete yang telah berpulang 19 Juli 2022 lalu. Pertunjukan pertama adalah drmatisasi puisi karya Djayus Pete yang berjudul “Petruk” oleh The Nine Theatrevison dari SMKN 12 Surabaya. Setelah itu pembacaan geguritan oleh Gampang Prawoto dan Widodo Basuki yang diiringi alunan biola oleh Arul. Setelah pembacaan penerima penghargaan, dilanjutkan penampilan dramatisasi cerpen “Kreteg Emas Jurang Gupit” oleh Teater Kostela, dan ditutp dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Komunitass Bledheg Sigar.

Berikut adalah penerima Penerima Anugerah Sutasoman tahun 2022.

  1. Kategori Guru Bahasa dan Sastra Indonesia Berdedikasi: Dr. Sariban, M.Pd. (SMPN 2 Tuban)
  2. Kategori Guru Bahasa dan Sastra Daerah Berdedikasi: Supanji, S.Pd. (SMPN 1 Gondang, Tulungagung)
  3. Kategori Sastrawan Berdedikasi: Zoya Herawati (Satrawan dari Surabaya)
  4. Kategori Komunitas Sastra Terbaik: Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan)
  5. Kategori Karya Sastra Berbahasa Indonesia Terbaik: Kumpulan Puisi Pelancong karya S Yoga (Sastrawan dari Ngawi).
  6. Kategori Karya Sastra Berbahasa Daerah Terbaik: Novel Guwing karya Suharmono Kasiyun (Sastrawan Jawa, PPSJS)
  7. Buku Kritik Sastra Terbaik: Drama Tradisional Ludruk karya Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. (Dosen FKIP Universitas Jember)

Selamat kepada para penerima Anugerah Sutasoma. Semoga semakin aktif dan kreatif dalam berkarya. (ASM)